Kamis, 30 Agustus 2007
Bush Kembali Serang Ide Khilafah
Syabab.Com - Baru-baru ini, Presiden Amerika, George W. Bush kembali menyerang ide khilafah. Bush berjanji untuk bertarung dengan siapa saja yang mencoba mengembalikan Khilafah Islam di Timur Tengah, sebagai bagian dari "war on terror". Ini merupakan sikap pertama Bush selepas berbagai kegiatan, konferensi, dan rapat umum seputar Khilafah digelar di berbagai negeri sebulan ini.

Dalam pernyataannya pada pertemuan ke 89 legiun veteran Amerika di Reno, Nevada, (28/08), Presiden Bush mencoba untuk menghubungkan perjuangan Khilafah dengan aksi kekerasan, terutama yang terjadi di Irak.


"Dan kemudian pemikiran musuh, mengakui bahwa sebuah masyarakat bebas di Timur Tengah akan menjadi serangan utama untuk ambisi mereka untuk menyebarkan khilafah mereka di seluruh Timur Tengah, upaya untuk membuat kekerasan sektarian. Mereka membunuh yang tak berdosa yang menyebabkan orang ragu terhadap pemerintah dan koalisi."

("And then the thinking enemy, recognizing that a free society in the Middle East would be a major blow to their ambitions to spread their caliphate throughout the Middle East, tried to create sectarian violence. They murdered the innocent in order to cause people to doubt government and doubt the coalition."



"Para ekstrimis ini berharap untuk menentukan visi gelap yang sama di sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan sebuah kekerasan dan khilafah radikal yang terbentang dari Spanyol hingga Indonesia."

("These extremists hope to impose that same dark vision across the Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain to Indonesia.")

Menanggapi pernyataan ini, Taji Mustafa, representatif media Hizbut Tahrir Inggris sebagai gerakan islam internasional yang giat menyerukan Khilafah tanpa kekerasan ini mengungkap makar Bush dan sekutunya

"Para pemimpin Barat telah berusaha untuk menghubungkan perjuangan Khilafah dengan kekerasan," tandas Taji Mustafa.

Padahal kata Taji Mustafa yang aktif menyerukan Islam di Ingris dan juga seorang ahli IT profesional ini menyebutkan bahwa belum juga dua pekan berlalu, 100.000 orang berkumpul untuk sebuah rapat umum di Indonesia menyerukan penegakkan kembali Khilafah--orang-orang yang hadir tidak melakukan kekerasan. Juga pertemuan di Malaysia, Lebanon, dan Sudan.

"Di seluruh dunia Islam, di sana gerakan tanpa kekerasan berjuang untuk mengembalikan Khilafah yang berarti membebaskan orang-orang dari kebrutalan dan kediktatoran Barat, yakni pemerintah Amerika dan Inggris sebagai sekutunya.", ungkap Taji.

Taji Mustafa juga mengingatkan dunia atas kebrutalan Amerika yang menyebabkan 650.000 sipil tewas menjadi korban kebiadaban Amerika. Barat selalu mencoba menancapkan ideologi kapitalisme dengan landasan sekularisme dan kebebasn dengan cara-cara kekerasan dan penjajahan. Tegaknya Khilafah itulah yang akan mengakhiri segala penjajahan terhadap kaum Muslim.

Jadi siapa sesungguhnya yang melakukan kekerasan dan membunuh orang yang tak bersalah? Ketakutan Amerika terhadap tegaknya Khilafah semakin nyata. [syabab.com]


Label:

 
posted by Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kom. UNM at 06.36 | Permalink |


0 Comments: